z

Selasa, 26 Januari 2016

Tugas ke-13 Bahasa Indonesia 1 #

PROPOSAL KEGIATAN PERAYAAN HUT RI KE 70 
RT 001 - RT 008 LINGKUNGAN RW 012


PERUM TAMAN NAROGONG INDAH 
BOJONG RAWALUMBU
KOTA BEKASI


PENDAHULUAN
Assalamualaikum, Salam hormat dan "Merdeka". Semoga Bapak/Ibu/Saudara/i dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dilimpahkan rahmat oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Bersama ini kami sampaikan dalam rangka memperingati HUT RI yang ke 70, Seluruh warga RT 001 -RT 008 telah bersepakat melaksanakan kegiatan perayaan HUT RI secara bersama sama di lingkungan RW 012 Komplek Perumahan Taman Narogong Indah

LATAR BELAKANG
17 Agustus 1945 adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Tidak terasa telah 70 tahun Kemerdekaan ini diraih oleh Bangsa Indonesia. Sebagai generasi penerus, sudah sewajarnya kita selalu bersyukur akan karunia ini dengan memperingatinya agar tetap tumbuh dan tertanam didalam setiap jiwa akan pentingnya Kemerdekaan ini bagi kita. Untuk itu guna membentuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dan selalu menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Semua masyarakat perlu menyelenggarakan suatu wadah kegiatan, salah satunya mengadakan kegiatan-kegiatan positif seperti mengadakan perlombaan. Karena kegiatan tersebut merupakan salah satu momen yang tepat dalam memeriahkan Kemerdekaan HUT RI, selain itu guna menyampaikan informasi kepada masyarakat luas akan pentingnya Nasionalisme untuk membangun bangsa dan Negara tercinta ini menuju era globalisasi.

MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud
Adapun maksud diadakannya kegiatan ini adalah sebagai bentuk rasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kegembiraan dalam menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang Ke 70

Tujuan
Adapun tujuan diadakanya acara ini adalah untuk
1. Mempererat tali silahturahmi, kebersamaan, kekeluargaan dan kerukunan antar sesama warga Rt 001- Rt 008 di lingkungan Rw 012, Perumahan Taman Narogong Indah, Bojong rawalumbu - Bekasi
2. Meningkatkan semangat juang dan memupuk jiwa sportifitas antar generasi dalam menggapai sebuah prestasi
3. Meningkatkan rasa Nasionalisme antar generasi, untuk memperkuat ketahanan nasional dalam menggapai tantangan global

DASAR KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan:
1. Pancasila sila ke 3 "persatuan indonesia"
2. Petunjuk dan Arahan bapak Ketua Rw 012 tentang pelaksanaan kegiatan dalam rangka peringatan HUT RI ke 70 di tingkat RT 001-RT 008 dilingkungan RW 012 Perumahan Taman Narogong Indah, Bojong Rawalumbu - Kota Bekasi

ISI PROPOSAL
Adapun isi Proposal ini mencantumkan beberapa informasi yang akan dibahas secara terperinci:

1. Tema Kegiatan
"Dengan Semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Kita Tingkatkan Rasa Kebersamaan Kekeluargaan dan Kerukunan antar Sesama Warga di Lingkungan RW 012"

2. Macam Macam Kegiatan
a. Gerak Jalan Sehat HUT RI ke 70
- Peserta: Seluruh Warga RT 001- RT 008 dilingkungan RW 012

b. Karaoke Bersama
- Peserta: Seluruh Warga RT 001- RT 008 dilingkungan RW 012

c. Lomba Masak
-Peserta Lomba: Bapak-Bapak dari perwakilan RT 001-RT 008

d. PERLOMBAAN

  • Perlombaan Tingkat Bayi dan Balita
  • - Lomba Merangkak
    - Lomba Klopon berjamaah (Sandal Bakiak)

  • Perlombaan Tingkat Anak-anak
  • - Lomba Gigit Koin
    - Lomba Pukul Air di Balon dengan Mata Tertutup
  • Perlombaan Tingkat Remaja
  • - Lomba memasukan pensil kedalam botol
    - Lomba kelereng atau gigit sendok
  • Perlombaan Tingkat Ibu-Ibu
  • - Lomba menata rias dengan mata tertutup
    - Lomba joget Jeruk di Kening

  • Perlombaan Tingkat Bapak-bapak
  • - Lomba Makan kerupuk
    - Lomba sepak bola dengan Sarung
e. Acara Halal Bihalal RW 012 dan Syukuran HUT RI ke 70
- Halal bihalal Warga Rw 012 dan syukuran HUT RI
- Hiburan dan ramah tamah
- Penutup dan do'a

3. Peserta Lomba
Seluruh Warga RT 001 - RT 008 Rw 012

4. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

  • Gerak Jalan Sehat HUT RI ke 70
  • Hari: Minggu 16 Agustus 2015
    Waktu : 06:00 Wib sampai dengan 08:00 Wib
    Rute: Start dari gedung RW 12 Jalan sejauh 1 KM (Jembatan 1 Perum Narogong) balik lagi ke Gedung RW (Finis)
    Pakaian: Baju Kaos, Celana Training, Spatu Sport

  • Karaoke Bersama
  • Hari: Minggu 16 Agustus 2015
    Waktu: 09:00 Wib s/d 11:00 Wib
    Tempat: Panggung di Area Gedung RW

  • Lomba Masak Nasi Goreng Bapak Bapak
  • Hari: Minggu, 16 Agustus 2015
    Waktu: 09:00 Wib s/d 11:00 Wib
    Tempat: Vanue di Area Gedung RW 12

  • Perlombaan Tingkat Balita
  • Hari: Minggu, 16 Agustus 2015
    Waktu: 13:00 Wib s/d 17:00 Wib
    Tempat: Vanue di Area Lomba Balita

  • Perlombaan Tingkat Anak-anak
  • Hari: Minggu, 16 Agustus 2015
    Waktu: 13:00 Wib s/d 17:00 Wib
    Tempat: Vanue di Area Lomba Anak-anak

  • Perlombaan Tingkat Remaja
  • Hari: Minggu, 16 Agustus 2015
    Waktu: 13:00 Wib s/d 17:00 Wib
    Tempat: Vanue di Area Lomba Remaja

  • Perlombaan Tingkat Ibu-ibu
  • Hari: Minggu, 16 Agustus 2015
    Waktu: 13:00 Wib s/d 17:00 Wib
    Tempat: Vanue di Area Lomba Ibu-ibu

  • Perlombaan Tingkat Bapak-bapak
  • Hari: Minggu, 16 Agustus 2015
    Waktu: 13:00 Wib s/d 17:00 Wib
    Tempat: Vanue di Area Lomba Bapak-bapak
  • Acara Halal Bihalal Rw 012 dan Syukuran HUT RI ke 70
  • Hari: Minggu, 16 Agustus 2015
    Waktu: 18:30 Wib s/d 22:00 Wib
    Tempat: Panggung di Area Gedung RW 012

SUSUNAN PANITIA
Pelindung: Tuhan Yang Maha Esa
Penasihat: Bapak Ir. Djoko Darmanto (Ketua Rw 012)
Penanggung Jawab: Bapak Ketua RT 001- RT008
Panitia Pelaksana
- Ketua Pelaksana: Zul Fadli
- Wakil Ketua: Edi Azril
- Serketaris: Bonny'
- Wakil Sekretaris: Achmad Fazri. ST
- Bendahara: Ibu Kasmadewi
- Wakil Bendahara: Ibu Dedi

Seksi-seksi
1. Seksi Acara Halal Bihalal dan syukuran HUT RI ke 70
Koordinator: Bapak Aep Saad (Ketua RT 003)
Anggota: Santoso (Ketua RT 007)

2. Seksi Acara Gerak Jalan Sehat
Koordinator: Bapak Ridun (Ketua RT 006)
Anggota: Parno (ketua RT 002)

3. Seksi Perlengkapan (Tenda, Kursi, Panggung, Sound system, Perlengkapan musik)
Koordinator: Bapak Maryadi (Ketua RT 008)
Anggota: Edi (Ketua RT 005)

4. Seksi Perlengkapan dan perlombaan
Koordinator: Achmad Fazri (Karang Taruna Rw 012)
Anggota: Diko dan Seluruh anggota karang taruna Rw 012

5. Seksi Dekorasi
Koordinator: Ferdinan (RT 001)
Anggota: Remaja Lingkungan Rw 012

6. Seksi Umum dan Dokumentasi
Koordinator: M Ridwan (Staf RW)
Anggota: Remaja Lingkungan Rw 012

7. Seksi Konsumsi
Koordinator: Ibu Yopie (Ketua PKK Rw 012)
Anggota: Ibu-ibu RT 001 - Rt 008

JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Jadwal pelaksanaan kegiatan dimulai pada tanggal 16 Agustus 2015 pukul 06:00 sampai dengan pukul 22:00 Wib

ESTIMASI BIAYA
1. Seksi Kesekretariatan
- Pembuatan Proposal: Rp 100.000
- Foto Copy: Rp 100.000 
- Spanduk: Rp 300.000
Jumlah Rp 500.000

2. Seksi gerak jalan sehat
-Snack dan Minuman: Rp 500.000
Jumlah: Rp 500.000

3. Seksi Acara Halal bihalal dan syukuran HUT RI ke 70
- Tenda, Kursi dan panggung: Rp 2.000.000
- Sound system: Rp 2.000.000
- Perlengkapan musik: Rp 1.500.000
Jumlah: Rp 5.500.000

4. Seksi Perlombaan
- Alat dan Perlengkapan Perlombaan: Rp 1.000.000
Hadia Perlombaan: Rp 1.000.000
Snack 100 org Rp 1.000.000
Jumlah Rp 3.000.000

5. Seksi Dekorasi
- Perlengkapan Dekorasi Rp 1.000.000
Jumlah Rp 1.000.000

6. Seksi Umum dan Dokumentasi
- Cuci cetak Foto: Rp 200.000
- Transport: Rp 150.000
- Entertaint: Rp 150.000
- Keamanan: Rp 500,000
Jumlah 1.000.000

7. Seksi Konsumsi
- Makanan 300 orang @10.000  Rp 3.000.000
- Minuman Rp 500.000
- Snack dan Buah buahan Rp 500.000
Jumlah: Rp 4.000.000

TOTAL BIAYA 15.500.000

SUMBER DANA
Kegiatan ini memperoleh dana dari
- Bantuan Kas RT @500.000  = 4.000.000
- Donasi Para donatur warga RT 001- RT 008

Total Penerimaan  Sementara Rp 4.000.000

PENUTUP
Demikianlah Proposal ini dibuat, dan kami selaku panitia pelaksana mengharapkan dukungan dan partisipasi dari bapak dan ibu warga dilingkungan Rw 012, semoga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik, sebagaimana yang kita harapkan bersama.

Atas perhatian, kerjasama dan partisipasi dari bapak dan ibu semua, kami mengucapkan Terimakasih,
Wassalam

Bekasi, 01 Agustus 2015

LEMBAR PENGESAHAN


Ketua Pelaksana                                                                               Sekretaris




Zulfadli, SE                                                                                        Bonny



Menyetujui,

Ketua Rw 012 Perum Taman Narogong Indah



Ir Djoko Darmanto

Senin, 28 Desember 2015

Tugas ke-12 Bahasa Indonesia 1 #

Kutipan



KUTIPAN
Kutipan merupakan suatu kalimat yang berisi gagasan, ide, atau pendapat seseorang yang dijadikan bahan acuan yang diambil dari berbagai sumber ( media cetak, online, atai audio). Kata kutipan berdasarkan KBBI memiliki arti pungutan atau petikan. Menurut KBBI, mengutip diartikan sebagai mengambil perkataan atau kalimat dari buku baik fiksi atau nonfiksi.  Orang yang mengambil kutipan disebut dengan pengutip, sedang proses mengutip disebut pengutipan. Mengutip gagasan dari berbagai sumber disesuaikan dengan kebutuhan. 

Dalam tulisan – tulisan ilmiah (non fiksi) kutipan banyak diambil dari buku-buku terkait dengan proses ilmiah tulisan yang dibuat, kutipan tersebut dibutuhkan sebagai pernyataan pendukung pernyataan penulis karya ilmiah. Tak hanya melulu karya nonfiksi, tulisan-tulisan fiksi atau semifiksi biasanya memberikan gagasan yang dapat dijadikan kutipan kehidupan seseorang, kata –kata motivasi merupakan salah satu contoh kutipan. 
Mengapa perlu mengutip?
Seperti yang telah dijelaskan diawal, kutipan dapat dijadikan sebagai pendukung  argumentasi penulis terutama karya ilmiah yang harus logis dan sesuai fakta, tidak asal- asalan maka perlu gagasan- gagasan pendukung dari para ahli atau hasil penelitian sebelumnya. Oleh karena itu, kutipan memiliki fungsi sebagai berikut:
a.      Landasan teori karya ilmah. Banyak penelitian – penelitian yang dilakukan karena didasarkan pada pernyataan seseorang dari berbagai sumber antara lain buku, journal, dan lainnya.
b.      Pandangan atau acuan. Seperti kutipan ayat- ayat Tuhan, Nabi, atau pendapt seseorang dapat dijadikan pandangan terhadap melihat sesuatu.
c.      Penguat argumen. Sama seperti pada nomor 2, dalam hal ini kutipan dapat dijadikan sebagai bahan penguat argumen penulis. 
Dalam mengutip terdapat aturan atau prinsip yang harus diperhatikan. Hal tersebut harus diperhatikan agar tulisan kita tidak dicap sebagai suatu plagiarism yaitu suatu tindak kriminal yang menjiplak gagasan seseorang sebagai hasil karyanya. Oleh karena itu agar tidak dicap plagiat, maka prinsip yang harus diperhatikan ketika mengutip yaitu:
1.    Sebagai pengutip tidak diperkenankan untuk mengubah apapun, kata atau kalimat, meski bertujuan untuk membenarkan ejaan atau sebagainya. Oleh karena itu, jika menemukan ejaan yang salah dalam sumber yang dikutip,  pengutip tidak dikenankan untuk membenarkannya.
2.    Dalam mengutip gagasan seseorang, pengutip diperbolehkan menghilangkan beberapa kata atau kalimat yang dikiranya tidak mengubah arti atau makna dari gagasan yang dikutip. Bagian- bagian yang dihilangkan dapat diganti dengan tanda titik atau spasi. 
3.    Sebelum mengutip, pengutip harus mempertimbangkan terlebih dahulu apakah kutipan tersebut perlu dilakukan atau tidak.
4.    Pengutip harus memperhatikan ketelitian dan ketepatan kutipan, termasuk penting atau tidak kutipan dilakukan, dari segii penulisan yang tidak mengubah makna dan lain sebagainya. Kutipan dirasa perlu jika terkait dengan teori atau hasil penemuan.
5.      Perhatikan teknik dan jenis kutipan. Sebaiknya jangan terlalu sering mengunakan jenis kutipan langsung.
Pada poin lima penjelasan diatas disebutkan bahwa pengutip harus memperhatikan teknik dan jenis kutipan.
Kaidah Pengutipan dalam Karya Tulis Ilmiah
Mengutip merupakan pekerjaan yang dapat menunjukkan kredibilitas penulis. Oleh karena itu, mengutip harus dilakukan secara teliti, cermat, dan bertanggung jawab. Hariwijaya dan Triton (2011: 151) mengatakan bahwa ketika mengutip perlu dipelajari bagaimana teknik pengutipan sesuai dengan standar ilmiah (penambahan kata dengan oleh penulis). Untuk itu, perlu diperhatikan hal berikut: (1) mengutip sehemat-hematnya, (2) mengutip jika dirasa sangat perlu semata-mata, dan (3) terlalu banyak mengutip mengganggu kelancaran bahasa.
Cara Mengutip
Ada dua cara untuk mengutip, yaitu mengutip langsung dan mengutip tidak langsung.
Kutipan langsung merupakan salinan yang persis sama dengan sumbernya tanpa penambahan (Widjono, 2005: 63), sedangkan kutipan tidak langsung menyadur, mengambil ide dari suatu sumber dan menuliskannya sendiri dengan kalimat atau bahasa sendiri (Widjono, 2005: 64).
a. Kutipan Langsung
Jenis kutipan ini adalah kutipa yang mengutip gasasan sama persis dengan sumber aslinnya. Pengutip tidak diperkenankan untuk mengubah atu menghilangkan apapun dari pernyataan yang diambil dengan kkutipan langsung. Apabila ditemukan kesalahan kata atau kemiringan huruf harus diberi tanda [.....] untuk memberitahukan. Contoh: Darwinisme [penulisan miring dari pengutip].  Oleh karena pengutip tidak diperbolehkan untuk mengubah seikitpun, maka sepenti pada poin lima prinsip pengutipan dianjurkan untuk tidak terlalu sering menggunakan kutipan enis ini.  Hal ini karena kekayaan bahasa dan kemampuan analisis menjadi rendah, serta kutipan jenis ini cenderung memungkinkan terjadinya plagiarisme (copy-paste). Ada dua teknik mengutip dengan kutipan langsung, yaitu:
1) Kutipan tidak lebih dari empat baris
Penulisan kutipan diletakkan menyatu dengan teks non kutipan (satu alinea). Untuk menunjukkan kutipa dengan jelas, maka kutipan ditulis dengan memberi tanda petik, yang diikuti dengan nama pengarang, tahun terbit serta halaman dimana kutipan tersebut diambil dari sumber. Untuk kutipan yang berasal dari media online maka cantumkan siapa penulis artikelnya, dan tahun penulisan artikel tersebut.
Contoh:
Menurut Darwin dalam bukunya the origin of spesies (1829:215) “variation of spesies means by natural selection”
Bagaimana jika pengutip tidak dapat menemukan sumber asli karya yang ingin dikutip. Maka pengutipan dapat ditulis seperti contoh berikut:
Menurut Darwin (dalam Rukmana, 2010:17), “variasi makhluk hidup terjadi karena proses seleksi alam”. 
Jika mengutip bagian awal dan akhir, ada kalimat tengah yang tidak dibutuhkan, maka kalimat tengah tersebut dapat diganti dengan tanda elipsis (...), yaitu tanda titik sebanyak tiga kali, dan yng keempat merupakan tanda akhir kalimat.
Contoh:
“hidup tergantung bagaimana kita ingin mewujudkannya. ... . tak ada yang membatasi impian Anda, selama Anda tetap berusaha mencapainya. Jadi mulailah merancang masa depan Anda dan lakukanlah secara terus menerus. Jika Anda bisa memimpikannya, Anda dapat melakukannya” (Amir, 2009:37). 
2) Kutipan langsung lebih dari empat baris
Karena kutipan ini termasuk kutipan yang panjang maka penulisannya dapat dipisahkan dari teks dengan jarak spasi 2,5. Dengan satu spasi untuk penulisn kutipan. 
Contoh:
Proses pembentukkan manusia terjadi secara bertahap yang diawali dengan terjadinya pembuahan atau fertilisasi, dan kemudian berkembang terus sampai pembentukkan organ terjadi di dalam rahim induk betina. Seperti yang diterangkan oleh Allah dalam firmannya dalam Q.S. AL-Mu’minum: 12-14:
“ Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal dari tanah. Kemudian Kami jdikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah , lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah Pencipta Yang Paling Baik”.
b. Kutipan Tidak Langsung 
Merupakan jenis kutipan dengan teknik pengutipan yang berbeda denngan kutipan langsung. Dalam kutipan tak langsung, pengutip diperbolehkan mengubah kalimat gagasan penulis dengan bahasa pengutip dengan syarat tidak mengubah makna dari gagasan tersebut. Oleh karena itu, pengutip bertanggung jawab atas kutipannya. Meski diperbolehkan mengubah, tetap saja nama penulis gagasan dan tahun terbit harus dicantumkan, hanya saja penulisan kutipan tidak perlu diberi tanda petik.
Contoh:
Banyak definisi mengenai arti cinta. Subroto (2008:16) mendefiniskan cinta sebagai suatu kehidupan. Menurutnya kehidupan terbentuk dimulai dengan bercinta. 
Kutipan tak hanya menyantumkan nama, kebenaran sumber yang digunakan pengutip harus dicantumkan ke dalam daftar pustaka. Hal ini untuk memverifikasi bahwa kutipan benar-benar ada di dalam sumber yang digunakan. Dan juga, hal tersebut dapat menjadi media informasi untuk pembaca lain dalam mencari sumber asli yang dibutuhkan.

Referensi :
http://www.kampus-info.com/2013/04/cara-menulis-kutipan-dan-sumber-kutipan.html (Diakses pada 9 Desember 2015 pukul 20.20 WIB)  
Akhadiah, Sabart dkk. 1989. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Alam, Agus Haris Purnama. 2005. Konsep Penulisan Laporan Ilmiah. (Format danGaya). Bandung: YIM Press.
Anggarani, Asih, dkk. 2006. Mengasah Keterampilan Menulis Ilmiah di Perguruan
Tinggi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tugas ke-11 Bahasa Indonesia 1 #

Catatan Kaki



CATATAN KAKI
Pengertian catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran akhir bab sebuah karangan ilmiah. Catatan kaki juga merupakan salah satu bagian penting dalam penulisan karya tulis, biasa digunakan pada penulisan buku, skripsi, makalah dan juga karya tulis lainnya.  Seperti halnya dengan daftar pustaka yang telah diuraikan pada artikel sebelumnya catatan kaki sebenarnya hampir sama dengan daftar pustaka namun catatan kaki lebih spesifik dalam hal merujuk sumber dari bacaan yang dikutip. 

Catatan kaki ditulis disetiap lembar/halaman dimana sumber tersebut dimuat dalam sebuah karya tulis berbeda halnya dengan daftar pustaka yang penulisannya berada diakhir karya tulis.   Catatan kaki biasanya digunakan untuk memberi penjelasan tentang sumber kutipan dari suatu karya tulis.
Cara Penulisan Catatan Kaki
Cara penulisan catatan kaki memiliki beberapa aturan yang harus diperhatikan. Hal ini diterapkan agar penggunaan catatan kaki tersebut memang benar-benar berguna dan mudah dimerngeti. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tata cara penulisan catatan kaki:
Catatan kaki harus dipisahkan oleh sebuah garis yang panjangnya empat belas karakter dari margin kiri dan berjarak empat spasi dari teks.
Catatan kaki diketik berspasi satu.
Diberi nomor.
Nomor catatan kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.
Jika catatan kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya dimulai seperti margin teks biasa (tepat pada margin kiri).
Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan catatan yang lainnya adalah sama dengan jarak spasi teks.
Jarak baris terakhir catatan kaki tetap 3 cm dari pinggir kertas bagian bawah.
Keterangan yangpanjang tidak boleh dilangkaukan ke halaman berikutnya. Lebih baik potong tulisan asli daripada memotong catatan kaki.
Jika keterangan yang sama menjadi berurutan (misalnya keterangan nomor 2 sama dengan nomor 3, cukup dituliskan kata ibid daripada mengulang-ngulang keterangan catatan kaki.
Jika ada keterangan yang sama tapi tidak berurutan, berikan keteranganop.cit., lih [x] [x] merupakan nomor keterangan sebelumnya.
Jika keterangan seperti opcit tetapi isinya keterangan tentang artikel, gunakan loc.cit.
Untuk keterangan mengenai referensi artikel atau buku tertentu, penulisannya mirip daftar pustaka, tetapi nama pengarang tidak dibalik.
Sumber yang lengkap tercantum di dalam daftar kepustakaan. Untuk skripsi/teks sumber dinyatakan dalam bentuk catatan kaki.
Jika buku, majalah, atau surat kabar ditulis oleh dua atau tiga orang, nama pengarang dicantumkan semua.
Jika sumbernya berasal dari internet: Nama depan dan belakang penulis, “Judul dokumen,” nama website, alamat web komplit, tanggal dokumen tersebut di download.
Pengarang yang lebih dari tiga orang, ditulis hanya nama pengarang pertama, lalu di belakangnya ditulis et al., atau dkk.
Nama pengarang ditulis menurut urutan nama aslinya. Pangkat atau gelar seperti Prof., Dr., Ir., dan sebagainya tidak perlu dicantumkan.
Judul buku digaris bawah jika diketik dengan mesin ketik atau dicetak miring jika diketik dengan komputer.
Jenis-Jenis Catatan Kaki
Ada dua jenis catatan kaki yang biasa digunakan dalam penulisan karya ilmiah, yaitu:
Catatan Kaki Lengkap ditulis lengkap dengan mencantumkan nama pengarang, judul buku, nama, atau nomor seri (jika ada), jumlah jilid (jika ada), nomor cetakan, nama penerbit, tahun terbit, dan nomor halaman.
Catatan Kaki Singkat ditulis singkat dan terdiri dari 3 macam yaitu:
Ibid. (Singkatan dari Ibidum, artinya sama dengan di atas), untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang tepat di atasnya. Ditulis dengan huruf besar, digarisbawahi, diikuti titik (.) dan koma (,) lalu nomor halaman.
Op.cit. (Singkatan dari opere citato, artinya dalam karya yang telah dikutip), dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain. Urutannya : nama pengarang, op.cit nomor halaman.
Loc.cit. (Singkatan dari. loco citato, artinya tempat yang telah dikutip), seperti di atas tetapi dari halaman yang sama : nama pengarang loc.cit (tanpa nomor halaman).

Contoh catatan kaki : 
Sumber dari buku:
        Satu Pengarang
Bramastha Aji, Pengelolaan Tanaman, Erlangga, Jakarta, 2004. hlm. 25. 
Dua Pengarang
Agus Harianto dan Wijaya, Karakteristik Capung, Bentang Jaya, 1995, hlm. 32.
Sumber dari internet:
Adam Garnida, “Belajar di Sekolah Alam”, diakses dari http://www.sekolah-alam-indonesia.com/05/2015/belajar-di-sekolah-alam.html, pada tangga; 22 Februari 2015 pukul 03.08.
Sumber dari Majalah:
Syahida Aman, “Bukan Cuma Berdagang” Tempo, 5 Augstus 2007, hlm. 13.
Sumber dari Koran/Surat Kabar:
Jakarta Post, 23 April 2014, hlm. 7.

Referensi :
http://belajarsastra.com/pengertian-dan-contoh-catatan-kaki/ (Diakses pada tanggal 9 Desember 2015 pukul 21.35 WIB)
Juhara, Erwan, Eriyandi Budiman, Rita Rohayati. Cendekia Berbahasa (Bahasa dan Sastra Indonesia). Jakarta : PT Setia Purna Inves. 2005.